Serangan Paederus fuscipes atau yang lebih dikenal dengan serangga tomcat diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Serangan ini mungkin akan berakhir dalam waktu satu bulan saja.

Serangan tomcat mulai menggegerkan warga Surabaya ketika kumbang tersebut pertama kali menyerang beberapa warga yang berada di apartemen East Coast Surabaya, pada hari Selasa (13/3/2012). Terhitung sejak tanggal tersebut, sudah seminggu tomcat menyerang warga. Laporan serangan juga dijumpai di wilayah Situbondo dan juga daerah lain, meski tak bisa dikatakan bahwa tomcat sudah menyebar atau mewabah.
Salah seorang Peneliti serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Sutrisno, memperkirakan bahwa serangan ini akan segera berhenti. "Serangan ini tidak akan berlangsung lama, paling banter satu bulan,".
Hari menduga, banyaknya serangan tomcat kali ini berkaitan dengan kelimpahan serangga yang menjadi makanan tomcat. Tomcat umumnya memakan serangga lain yang masih pada fase pradewasa.
Hari menerangkan, dalam waktu beberapa lama, serangga yang menjadi makanan tomcat tersebut akan menjadi dewasa sehingga tak bisa lagi dimakan. Saat itu, populasi tomcat pasti akan mulai menurun. Hari juga menegaskan bahwa tomcat tidak perlu dibasmi.
Ia mengimbau agar masyarakat menghindari serangan tomcat dengan cara menutup pintu dan jendela sebelum menyalakan lampu di malam hari. Warga sebaiknya juga tidak menggencet serangga ini jika hinggap di bagian tubuh.
Sementara itu, penyemprotan dengan pestisida alami bisa dilakukan di dekat pemukiman. Namun, penyemprotan tak perlu dilakukan di lokasi persawahan yang menjadi habitat dari serangga tomcat.
Outbreak atau wabah tomcat pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1990. Selain itu, outbreak serupa juga pernah terjadi di Australia, Srinlanka, India, dan juga Malaysia.
sumber:kompas.com 4.5
Serangan tomcat mulai menggegerkan warga Surabaya ketika kumbang tersebut pertama kali menyerang beberapa warga yang berada di apartemen East Coast Surabaya, pada hari Selasa (13/3/2012). Terhitung sejak tanggal tersebut, sudah seminggu tomcat menyerang warga. Laporan serangan juga dijumpai di wilayah Situbondo dan juga daerah lain, meski tak bisa dikatakan bahwa tomcat sudah menyebar atau mewabah.
Salah seorang Peneliti serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Sutrisno, memperkirakan bahwa serangan ini akan segera berhenti. "Serangan ini tidak akan berlangsung lama, paling banter satu bulan,".
Hari menduga, banyaknya serangan tomcat kali ini berkaitan dengan kelimpahan serangga yang menjadi makanan tomcat. Tomcat umumnya memakan serangga lain yang masih pada fase pradewasa.
Hari menerangkan, dalam waktu beberapa lama, serangga yang menjadi makanan tomcat tersebut akan menjadi dewasa sehingga tak bisa lagi dimakan. Saat itu, populasi tomcat pasti akan mulai menurun. Hari juga menegaskan bahwa tomcat tidak perlu dibasmi.
Ia mengimbau agar masyarakat menghindari serangan tomcat dengan cara menutup pintu dan jendela sebelum menyalakan lampu di malam hari. Warga sebaiknya juga tidak menggencet serangga ini jika hinggap di bagian tubuh.
Sementara itu, penyemprotan dengan pestisida alami bisa dilakukan di dekat pemukiman. Namun, penyemprotan tak perlu dilakukan di lokasi persawahan yang menjadi habitat dari serangga tomcat.
Outbreak atau wabah tomcat pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1990. Selain itu, outbreak serupa juga pernah terjadi di Australia, Srinlanka, India, dan juga Malaysia.
sumber:kompas.com 4.5

0 komentar:
Posting Komentar